KPU Mengajar: Jurus KPU Barru Cetak Agen Perubahan dari Balik Bangku Sekolah
BARRU (28/1) – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Barru masifkan penguatan literasi demokrasi bagi Generasi Z melalui program unggulan "KPU Mengajar: Jemput Pemilih dari Sekolah". Kali ini, jajaran komisioner menyambangi SMKN 1, SMKN 2, SMKN 3, SMKN 4 dan SMKN 5 Barru guna membekali siswa sebagai calon pemilih pemula.
Kegiatan ini merupakan Tahap 2 dari rangkaian edukasi demokrasi tahun 2026. Agenda ini melanjutkan kesuksesan Tahap 1 yang dilaksanakan pada 21 Januari lalu, yang menyasar siswa SMAN 1, SMAN 2, SMAN 3, SMAN 4 dan SMAN 5 di wilayah Kabupaten Barru.
Ketua KPU Kabupaten Barru, Abdul Syafah, yang terjun langsung sebagai pemateri bersama Komisioner lainnya, menekankan bahwa edukasi di institusi pendidikan kejuruan merupakan investasi jangka panjang bagi kualitas demokrasi daerah.
“Program KPU Mengajar merupakan bentuk kerja sama KPU Provinsi Sulawesi Selatan bersama Dinas Pendidikan Provinsi Sulawesi Selatan yang dirancang bukan sekadar sosialisasi formal searah, melainkan ruang dialektika. Kami ingin adik-adik di SMKN menyadari bahwa satu suara mereka bukan hanya angka, melainkan penentu integritas demokrasi dan masa depan bangsa,” ujar Abdul Syafah.
Senada dengan itu, Anggota KPU Barru selaku Kadiv Sosdikli, Parmas dan SDM, Abdul Mannan, menjelaskan konsistensi program ini mencerminkan sikap inklusif KPU dalam merangkul seluruh spektrum pemilih pemula.
“Setelah menyasar SMA Negeri pekan lalu, hari ini fokus kami adalah sekolah kejuruan. Kami ingin menggeser paradigma siswa dari sekadar objek menjadi subjek pemilu yang aktif. Harapannya, mereka mampu menjadi agen perubahan yang memantik kesadaran politik di lingkungan keluarga maupun teman sebaya,” jelas Abdul Mannan.

Sementara itu, Anggota KPU Barru selaku Kadiv Teknis Penyelenggara Pemilu, Busman, menegaskan pentingnya pemahaman teknis kepemiluan sejak dini agar pemilih pemula tidak hanya antusias, tetapi juga cerdas dalam menggunakan hak pilihnya.
“Melalui kegiatan ini, kami ingin memperkenalkan proses dan tahapan pemilu secara sederhana namun substansial. Dengan begitu, ketika mereka nanti menjadi pemilih, mereka sudah memahami mekanisme pemilu yang jujur dan adil serta peran strategis penyelenggara,” ungkap Busman.
Anggota KPU Barru selaku Kadiv Hukum dan Pengawasan, Ilham, menambahkan bahwa edukasi demokrasi juga menjadi sarana menanamkan kesadaran hukum dan nilai integritas dalam berdemokrasi.
“Pemilih pemula perlu dibekali pemahaman tentang aturan pemilu dan pentingnya pengawasan partisipatif. Kesadaran ini diharapkan dapat mencegah praktik-praktik yang mencederai demokrasi, seperti politik uang dan pelanggaran lainnya,” terang Ilham.
Adapun Anggota KPU Barru selaku Kadiv Perencanaan, Data dan Informasi, Arham, menyoroti peran data pemilih yang akurat serta pemanfaatan informasi kepemiluan di kalangan generasi muda.
“Generasi muda sangat akrab dengan teknologi dan informasi. Oleh karena itu, kami mendorong siswa untuk aktif mengecek data pemilih dan memanfaatkan kanal informasi resmi KPU agar tidak mudah terpengaruh hoaks politik,” jelas Arham.
Kegiatan interaktif ini mendapat apresiasi dari para kepala sekolah dan guru pembimbing. Dengan pendekatan “jemput pemilih dari sekolah”, KPU Barru optimis dapat mendongkrak partisipasi pemilih pemula, baik secara kuantitas maupun kualitas substansi.
Menutup rangkaian Tahap 2 ini, KPU Kabupaten Barru berkomitmen terus menggulirkan edukasi politik ke seluruh penjuru kabupaten demi mewujudkan ekosistem pemilu yang sehat, cerdas, dan partisipatif.
(Tim Humas KPU Barru)